Thursday, 3 December 2015

BRANDING: STEPS TO CONSIDER WHILE DESIGNING YOUR LOGO

Tiba-tiba tadi malam saya dapat pencerahan untuk nulis soal branding, tapi saya tidak akan mengulas secara teknis dan teoritis, walaupun saya backgroundnya desain komunikasi visual, ada lebih banyak buku-buku yang mengupas secara mendalam tentang branding. Saya ingin mengulas dua hal yang paling penting menurut pengalaman saya sebagai pelaku bisnis dan profesional.

Saat kita bicara branding, pasti langsung berpikir logo, sebuah nama atau simbol yang bisa mewakili siapa kita sebenarnya dan apa yang kita jual. Dan saya ingin menjabarkan langkah-langkah penting menurut saya saat kita ingin mendesain logo.

1. Know your product/service
Pertama kita harus tahu dulu apa yang kita jual, atau image apa yang ingin kita tonjolkan. Sebagai contoh kita pakai logonya PaperOn.

PaperOn waktu pertama muncul adalah brand produk paper craft yang didesain oleh Deni, suami saya. Jadi di logo terdapat karakter font yang menyerupai kertas yang dilipat dan ikon sebuah gunting yang juga seperti kertas. Tapi gunting ini tidak hanya mewakili gunting untuk potong kertas, gunting disini juga mewakili semangat handmade dan do it yourself, Logo ini juga tetap dipakai untuk produk handmade saya waktu Deni sudah tidak lagi punya waktu untuk mendesain paper craft. Logo ini tetap saya pakai karena semangat handmade yang diwakili oleh logo ini, produk-produk saya pun tidak langsung berupa produk tekstil. tapi saya membuat produk yang juga terbuat dari kertas tapi lebih memiliki fungsi seperti stationary dan desain paper craft seperti kalender dan paper bag, sampai akhirnya menjadi produk aksesoris handmade dengan media tekstil.

Mungkin tidak ada yang tahu kalau PaperOn juga memilki logo lain untuk jasa desain kami, jasa desain paper craft termasuk disitu, bahkan sudah ada webnya tapi karena yang dikenal justru nama kami per orang dan bukan PaperOn Creation, kami memutuskan bahwa kami tidak perlu branding ini.
Saat ini PaperOn sepenuhnya saya pakai, jadi sudah saatnya mengganti logo yang lebih mencerminkan saya, pergantian logo itu sah-sah saja, malah diperlukan untuk menyesuaikan jaman, agar selalu fresh dan kembali mengingatkan kepada konsumen bahwa jasa atau produk kamu masih ada.
Dengan tetap menggunakan ikon gunting untuk mewakili semangat handmade, saya mengganti font paperon yang seperti kertas menjadi tulisan tangan yang saya buat sendiri dan menambahkan kata design untuk mewakili dan juga secara tidak langsung memberi tahu kalau PaperOn tidak lagi sebagai brand produk aksesoris handmade, tapi lebih kepada desain motif, ilustrasi dan desain produk.


2. Be unique, but...
Buatlah logo yang unik, supaya konsumen bisa mengenali di manapun bahwa logo itu punya kamu. mungkin sering kita dengar dan sebagai panutan dalam membuat logo, tapi jangan lupa hal terpenting yang malah jadi sering dilupakan, yaitu logo harus gampang dibaca, dan logo yang simpel lebih baik dari logo yang rumit walaupun logo yang rumit itu bagusnya minta ampun (grin). Sebagai contoh kita pakai logo Bakya Gallery. Logo ini saya buat dengan font yang pasti kalian semua punya di komputer kalian, tapi tentunya saya buat sedikit berbeda. Jadi saat orang lain mengetik baksya dengan font Harrington ini di komputer mereka, mereka tidak mendapat hasil yang sama seperti logo Baksya ini. Kenapa saya membuat logo Baksya menggunakan font yang biasa saja? Tujuannya agar saat Baksya mulai dikenal orang dan logonya sering dilihat, saat orang lain melihat font Harrington atau ada teks yang menggunakan font ini mereka akan teringat Baksya, entah "eh, teksnya kayak logo Baksya atau "ih, Baksya logonya pake font yang umum ternyata", hasilnya tetap sama, mereka akan teringat Baksya hahaha cita-citanya sih begitu.

Atau cerita seorang kenalan saya yang ingin membuka warung es, dia mendesain logonya dengan huruf cina, karena dia pernah bekerja di Singapore dan es yang dia tawarkan khas Singapore sepertinya, tapi logo yang dia desain tidak dapat dibaca oleh orang kebanyakan, dan seorang teman yang juga marketing menyarankan untuk mendesain ulang logonya agar lebih mudah dibaca orang banyak, saya kurang tahu kelanjutan ceritanya, apa dia sudah membuka warung esnya atau dia mendesain ulang logonya.

Satu lagi sebagai contoh kita ambil logo toko chain terkenal yaitu Starbucks. Logonya simpel, walaupun ada banyak elemen di dalamnya, tapi semua menjadi kesatuan dan jadi ikonnya Starbucks banget. Saya tidak akan kasih gambar logonya disini, tapi semua pasti tahu saat lihat lingkaran hijau, bintang, dan ilustrasi seorang? seekor? putri duyung pasti ingatnya Starbucks.

Okay, Itu dua elemen yang menurut saya penting dalam mendesain logo, kalo menurut kalian ada lagi boleh kok dishare di komen, post selanjutnya akan saya tulis bagaimana menyuntikkan atau menyematkan atau apalah itu namanya hehe keunikan pribadi kalian ke dalam produk atau jasa yang kalian tawarkan. Semoga bermanfaat ya, always remember to have fun :)

No comments:

Post a Comment